Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses

CREATIVE DESING BY AGUNG HERU W

SEJARAH KOTA RENGAT

Selasa, 24 Maret 2009



Rengat adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia dan ibu kota Kabupaten Indragiri Hulu. Kota ini dilalui Sungai Indragiri. Penduduk asli daerah ini adalah Suku Talang Mamak. beberapa suku lain sebagai suku pendatang di Rengat adalah suku Melayu, Minang, Batak, Tionghuoa, dan Sunda.

Di Rengat juga terdapat sebuah tugu dibangun mengenang kepahlawanan seorang bupati yang bernama Tulus (yang juga ayah kandung seorang sastrawan terkenal Chairil Anwar), pada masa Agresi Militer II Belanda ke Indonesia.

Buah khas Rengat adalah kedondong. Di pusat kota terdapat sebuah tugu jam dan pahatan buah kedondong di atasnya. Dodol buah kedondong adalah produk olahan yang juga disukai.

Salah satu tempat wisata di Rengat, adalah sebuah danau buatan yang dikenal penduduk setempat dengan nama Danau Raja. Konon dahulu kala di tengah danau buatan tersebut terdapat sebuah bangunan kerajaan. Di era tahun 1980-an, pemerintah daerah Indragiri Hulu bermaksud menjadikan Danau Raja ini sebagai sebuah daerah wisata bagi penduduk sekitar dengan membangun taman bermain untuk anak-anak, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Sayang penggalakan pembangunan tersebut tidak berjalan lama, mengingat jumlah pengunjungnya tidak sesuai target yang diharapkan. Hal ini menyebabkan para pedagang setempat tidak bertahan lama.

Salah satu kendaraan khas Rengat yang masih beroperasi sampai sekarang adalah becak. Yang membuat Becak di Rengat berbeda dengan becak yang terdapat di beberapa daerah lain yaitu pada posisi pengayun becak berada di samping penumpang bukan di belakang.

Di Rengat juga terdapat dua buah jembatan melintasi Sungai Indragiri yang digunakan untuk penyeberangan ke daerah seberang sungai. Banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas ini untuk berolah raga seperti jogging ke daerah seberang yang dikenal bebas polusi. Karena di daerah ini masih terdapat banyak pohon dan kebanyakan penduduknya bermata pencaharian berkebun. Sehingga jika pada musimnya, banyak buah-buahan membanjiri pasar seperti manggis, rambutan, durian, duku, dan lengkeng.

8 komentar:

ria mengatakan...

pak bupati gimana nie pembagunan kota rengat
kok tambah lama kayak kota mati aja
plaza udah di bangun megah2 tapi koq kayak kuburan
sepiiiiiiiiiiiiii
gituuuuuuuuuuuuu
lohhhhhhhhhhhh

SMK N 1 RENGAT mengatakan...

ok cuy kren,,,,,,

http://komputer354.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

saya sedang menulis beberapa hal tentang rengat, dan thx untu infonya.
wike dwi utomo
litle.hope@yahoo.com

Anonim mengatakan...

sayang tugu kedondong yang menjadi ciri khas rengat sudah dirubah,,,,

Anonim mengatakan...

jadi pnasaran ma kota rengat..

ihsan permaNA mengatakan...

RENGAT KOTA MATII..

SEPPII

ihsan permaNA mengatakan...

RENGAT KOTA MATII..

SEPPII

Obat Keputihan Gatal mengatakan...

semoga suatu saat saya bisa berkunjung ke kota rengat

obat keputihan gatal

Posting Komentar

KEMBALI KEATAS